Mutiara:
KELUARGA BESAR SDI AL-ISLAM MENGUCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU 1435 HIJRIAH
Home » » Metode Belajar Membaca Al-Qur’an

Metode Belajar Membaca Al-Qur’an

Written By admin on Rabu, 17 April 2013 | 09.25

Dapatkah anda membaca Al-Qur’an? Metode apakah yang anda gunakan dulu saat belajar membaca Al-Qur’an? Tulisan ini mencoba menjawab pertanyaan orangtua murid tentang metode belajar membaca Al-Qur’an yang digunakan di Al-Islam. Namun alangkah lebih baik jika kita mengetahui metode-metode belajar membaca Al-Qur’an yang secara umum digunakan dibeberapa waktu dan tempat di Indonesia. Disini akan kami sampaikan sedikitnya 7 metode.
1.      Baghdadiyah
Sebelum tahun 80-an hanya dikenal satu metode cara baca Al-Quran di Indonesia, yaitu metode kaidah Baghdadiyah. Jika dilihat dari namanya, metode ini berasal dari Baghdad, Iraq. Dibeberapa tempat metode ini biasa disebut juga dengan Turutan. Judul buku lengkapnya Qo’idah Baghdadiyah Ma’a Juz ‘Amma. Cara mengajarkan Kaidah Baghdadiyah dimulai dengan menghafal huruf-huruf hijaiyah serta pengejaan bacaannya. Sebagian besar alim-ulama, penghafal Al-Quran (hafidz), dan cendikiawan yang kita kenal dulu dan sekarang belajar membaca Al-Quran dengan menggunakan metode kaidah Baghdadiyah ini.
2.      Qiro’ati
Metode ini disusun oleh H. Dachlan Salim Zarkasyi dan diterbitkan secara resmi pada tahun 1986 di Semarang. Qiroati diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Al-Qur’an Raudhatul Mujawwidin Semarang. Dalam sampul bukunya diberi judul “Metode praktis Belajar Membaca Al-Qur’an”.
3.      Iqro’
Metode ini disusun oleh KH As’ad Humam dari balai Litbang LPTQ Nasional Team Tadarus AMM Yogyakarta. Metode ini sangat familiar di masyarakat karena digunakan secara luas dan buku Iqro’ dijual secara bebas. Metode Iqro’ berpedoman pada cara baca langsung tanpa ada kewajiban menghafal huruf-huruf hijaiyah dan pengejaanya.
4.      An-nuur
Metode An-Nuur disusun oleh DR H.M Rosyady S.Ag, MM, MBA dari An-Nuur Foundation Yogyakarta. Metode ini diklaim sebagai metode pengajaran baca Al-Qur’an sistem cepat, karena hanya membutuhkan waktu yang relatif singkat untuk membuat seseorang bisa membaca Al-Qur’an yaitu 2 jam.
5.      Ummi
Metode ini menyebut diri sebagai metode pembelajaran Al Qur’an yang efektif, mudah, menyenangkan dan menyentuh hati. Ummi Foundation menjamin setiap guru Al Qur’an mampu memahami metodologi pengajaran Al Qur’an serta tahapan tahapannya dan pengelolaan kelas dengan baik. Sistem pengajaran Al-Qur’an metode Ummi  menjamin  setiap lulusan SD/MI, TKQ, TPQ bisa tartil membaca Al Qur’an.
6.      Yanbu’a
Adalah salah satu metode belajar membaca al-qur’an yang diterbitkan oleh Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an Kudus Jawa Tengah. Nama Yanbu’a diambil dari nama pondok yang berarti sumber. Di juz bagian akhir buku ini dibahas cara menghafal Al-Qur’an yang praktis sehingga buku ini disebut juga sebagai Thoriqoh Baca Tulis dan Menghafal Al-Qur’an.
7.      Tilaawati
Adalah Thoriqoh belajar membaca Al-Qur’an yang ditulis oleh Imron Ahmadi. Ditulis pada tahun 2005 dan digunakan untuk TK-TP Al-Qur’an, utamanya di Pesayangan, Talang, Tegal, Jawa Tengah.
(Dan masih banyak lagi. Ada Al-Barqy. Tsaqifa dari penerbit Al-Qowam, Penulis Umar Taqwim, S.Ag. Aqsho di Sidoarjo. Al-Bayan dari penerbit Erlangga dll.)
Secara institusi, SDI Al-Islam menggunakan metode Qiroati dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an. Al-Islam menggunakan Qiro’ati karena:
  • Guru-guru yang mengajarkan harus melalui Tashih dan Pembinaan yang ketat.
  • Kelas pembelajaran memiliki disiplin yang sama.
  • Salah satu metode yang secara langsung memasukkan dan mempraktekan bacaan tartil sesuai dengan kaidah ilmu tajwid.
  • Buku Qiro’ati tidak dijual secara bebas, sehingga siapapun yang ingin belajar Qiro’ati harus dari sumber yang benar.

Pada prinsipnya, metode tersebut sama-sama mengajak ummat untuk gemar membaca al-Qur’an dengan tartil, baik dan benar. Buku metode itu tidak ditulis waton dadi, asal jadi. Akan tetapi berdasarkan pemikiran dan pengalaman panjang, bahkan mungkin sampai melakukan beberapa revisi. Para ulama yang mengarang metode itu adalah orang yang telah berjuang dan membaktikan usia dan hidupnya untuk islam jauh melebihi usia kita. Sudah sepatutnya kita menghargai setiap amal sholih mereka. Selanjutnya, kita tinggal memilih mana metode terbaik yang kita yakini dan bisa menyelesaikannya, kemudian mangamalkannya. Mudah-mudahan bermanfaat. Wallahu’alm Bisshowab.


Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SDI Al-Islam Yogyakarta - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger