PROFIL SEKOLAH DAN YAYASAN AL ISLAM

SDI AL-ISLAM merupakan lembaga yang berdiri di atas Yayasan AL-ISLAM. SDI AL-ISLAM fokus pada bidang Pendidikan Dasar. Adapun Lembaga sosial lainya yang dimiliki Yayasan Al-Islam adalah TK, Panti, dan Berbagai Lembaga Sosial yang lain. -info klik disini-

PENERIMAAN SISWA BARU

SDI Al-Islam membuka kembali Pendaftaran bagi calon peserta didik baru. Proses ini merupakan sebuah upaya yang terus akan kami lakukan sebagai wujud pengabdian kami dalam membentuk generasi manusia yang unggul dan berakhlak mulia. -info klik disini-

EKSTRA KURIKULER

Pengembangan bakat dan kemampuan siswa merupakan hal yang sangat penting bagi para siswa. Sebab dalam proses pendidikan yang utuh siswa berhak mendapatkan perlakuan yang mampu memunculkan potensi dan kemampuannya. -info klik disini-

PRESTASI YANG PERNAH DIRAIH

Salah satu hal yang bisa menjadi motivasi bagi para siswa, guru dan orang tua adalah prestasi anak-anak kita tercinta. Meski prestasi tidak selalu berbentuk Trofi, Piagam atau hal material semacamnya. Prestasi yang paling unggul adalah "Baiknya Akhlak seorang anak". -info klik disini-

INFORMASI DAN KEGIATAN SOSIAL

Sebab Sekolah tidak boleh terlepas dari Masyarakatnya. Karena itulah Pelayanan kepada masyarakat adalah sebuah bentuk pengabdian yang harus terus dilakukan setiap sekolah. -info klik disini-

Mutiara:
KELUARGA BESAR SDI AL-ISLAM MENGUCAPKAN SELAMAT MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW DAN TAHUN BARU 2015
Latest Post

Tunggu Halaman

Written By SDI Al Islam on Rabu, 14 Januari 2015 | 11.56


Mohon maaf halaman yang anda cari tidak tersedia......

JADWAL PENDAFTARAN CALON PESERTA DIDIK BARU

Written By SDI Al Islam on Senin, 12 Januari 2015 | 17.18



JADWAL PENDAFTARAN
CALON PESERTA DIDIK BARU
SDI AL-ISLAM TAMBAKBAYAN

Pendaftaran Gelombang I

            Pembukaan Pendaftaran         : 12 Januari 2015 s/d 26 Februari 2015
            Waktu Pendaftaran                 : Senin s/d Sabtu (Jam Kerja)
            Pengumuman Gel. I                : 28 Februari 2015
            Daftar Ulang                           : 2 Maret 2015 s/d 14 Maret 2015


Pendaftaran Gelombang II

            Pembukaan Pendaftaran         : 1 Maret 2015 s/d 28 April 2015
            Waktu Pendaftaran                 : Senin s/d Sabtu (Jam Kerja)
            Pengumuman Gel. I                : 30 April 2015
            Daftar Ulang                           : 2 Mei 2015 s/d 16 Mei 2015


Pendaftaran Gelombang III

            Pembukaan Pendaftaran         : 1 Mei 2015 s/d 27 Juni 2015
            Waktu Pendaftaran                 : Senin s/d Sabtu (Jam Kerja)
            Pengumuman Gel. I                : 30 Juni 2015
            Daftar Ulang                           : 1 Juli 2015 s/d 15 Juli 2015

Pengambilan Seragam Sekolah :

Gelombang I dan II
            Waktu Pengambilan                : Jum’at, 3 Juli dan Sabtu, 4 Juli 2015

Gelombang III
            Waktu Pengambilan                : Diumumkan saat pengumuman Gel. III




EKSTRAKURIKULER SDI AL-ISLAM

RENANG


 Diskripsi Kegiatan :

      Siapa bilang berenang itu sulit? justru ketika usia masih anak-anak mereka sudah terbiasa dengan aktivitas berenang maka secara otomatis mental, keberanian, dan fisik mereka akan semakin baik. Ekskul Renang SDI AL-Islam diperuntukan bagi siswa dan siswi yang berada di kelas 1 & 2. Peserta Ekskul akan mendapat pengajaran tentang teknik-teknik berenang yang baik dengan metode yang Fun. Materi renang yang akan diberikan daintaranya renang gaya carwl (bebas), gaya punggung, gaya dada, dan gaya kupu-kupu. 

Guru Pengampu :
  1. Kaharudin, S.Pd
  2. Setyo Nugroho, S.Pd
  3. Nanda Gestawan
Waktu dan Tempat :

Waktu    : Setiap Kamis (13.30 s/d 14.30)
Tempat  : Kolam Renang Salsabila SD Budi Mulia
                Dua Seturan

Info Ekskul :

       Mohon kepada siswa-siswi yang mengikuti Ekskul Renang harap membawa peralatan masing-masing (kacamata renang, pelampung, dan pakaian renang).







KARATE

Diskripsi Kegiatan :

      Ekskul Karate SDI AL-Islam diperuntukan bagi siswa dan siswi yang berada di kelas 3 & 5. Lewat Karate para siswa diajarkan tentang keberanian dan mental juga kemampuan untuk melindungi diri. Selain itu, ajang perlombaan bela diri cabang karate juga sering kali diikuti sebagi agenda anak dalam mengembangkan bakat serta prestasi siswa. Para siswa akan diajari dari mulai gerak dasar sabuk putih.

Guru Pengampu :
  1. Simpai Bayu Pamungkas


Waktu dan Tempat :

Waktu    : Setiap Selasa (15.30 s/d 17.00)
Tempat  : Dojo SDI Al-Islam Tambakbayan.

Info Ekskul :

       Mohon kepada siswa-siswi yang mengikuti Ekskul Karate datang tepat waktu agar latihan berjalan efektif. Usahakan makan terlebih dahulu sebelum latihan dan membawa air minum masing-masing ketika latihan. Terimakasih.





 


EKSKUL QIRO'AH

Diskripsi Kegiatan :

       Kegitan Ekskul Qiro'ah bisa diikuti oleh siwa dan siswi SDI Al-Islam yang ingin mengembangkan bakatnya dalam Qiro'ah. Beberapa siswa sebelumnya akan mengikuti seleksi ekstrakurikuler yang salah satunya adalah qiro'ah ini. Selain dimaksudkan agar siswa dan siswi mampu menguasai bacaan beberapa ayat al-qur'an dengan qiro'ah, ekskul ini juga sebagai sarana untuk mengasah mental juara anak-anak. Selain lomba, mereka juga akan dicoba untuk trampil dalam acara-acara sekolah baik acara intern sekolah maupun ekstern sekolah SDI Al-Islam.

Guru Pengampu :
  1. Muhammad Mansur, S.Pd.I


Waktu dan Tempat :

Waktu    : Setiap Selasa (14.00 s/d 15.30)
Tempat  : Mushola SDI Al-Islam Tambakbayan

Info Ekskul :

       -





KALIGRAFI

Diskripsi Kegiatan :

      Warna, Gambar, Imajinasi, Rasa ingin tahu, Fitrah ketauhidan dan beberapa hal yang terkait dengan kemampuan anak dalam seni anak-anak SDI Al-Islam serta fitrah akan kebutuhanya terhadap Tuhan harus bisa kita selaraskan dengan seiring perkembangan dalam pendidikanya. Siswa-siswi SDI Al-Islam melalui Ekstrakurikuler Kaligrafi adalah salah satu kegiatan untuk memacu dan terus mengasah kemampuannya dalam seni islam.

Guru Pengampu :
  1. Nurul Huda


Waktu dan Tempat :

Waktu    : Setiap Selasa (14.00 s/d 15.30)
Tempat  : Ruang Kelas SDI Al-Islam
                Tambakbayan

Info Ekskul :

       Mohon kepada siswa-siswi yang mengikuti Ekskul Kaligrafi untuk pewarna, pensil, dan alat-alat gambar bisa membawa masing-masing. Kertas dan contoh-contoh kaligrafi akan disediakan oleh sekolah. Terimakasih.






NASYID

Diskripsi Kegiatan :

      Bakat menyanyi pada anak-anak tidak boleh menjerumuskan mereka kedalam kesia-siaan duniawi semata. Bakat dan Fitrah anak haruslah diselaraskan dan dipelihara sebaik mungkin. Grup Nasyid SDI Al-Islam beberapa kali sudah pernah ditampilkan dalam berbagai kegiatan, lomba-lomba dll. Alhamdulillah... beberapa upaya anak-anak berhasil menghasilkan prestasi. Jadi... tunggu apa lagi? Mari bernyanyi...

Guru Pengampu :
  1. Qomaruddin, S.Pd.Si


Waktu dan Tempat :

Waktu    : Setiap Selasa (14.00 s/d 15.30)
Tempat  : Studio Nasyid SDI Al-Islam
                Tambakbayan

Info Ekskul :

       -





TARI

Diskripsi Kegiatan :

      Tidak harus menutup diri dengan seni. Tarian yang baik harus diajarkan pada anak-anak. Ekskul Tari SDI Al-Islam diperuntukan bagi siswa dan siswi kelas 1 dan 2 SDI Al-Islam. Latihan yang dilakukan dengan bu Sinta akan terasa menyenangkan dan menceriakan anak-anak dengan gerakan-gerakan yang akan diajarkan.

Guru Pengampu :
  1. Sinta Ningsih


Waktu dan Tempat :

Waktu    : Setiap Selasa (13.30 s/d 14.30)
Tempat  : Aula SDI Al-Islam Tambakbayan

Info Ekskul :

       -





EKSKUL PRAMUKA

Diskripsi Kegiatan :

      Tentu sudah tidak asing lagi dengan Ekskul yang satu ini ya...??? yang jelas InsyaAllah mengasikan dan penuh dengan petualangan... jadi, segera bergabung dengan Ekskul Pramuka.

Guru Pengampu :
  1. Syarifain Ghofur
  2. Mar'atus Sholihah

Waktu dan Tempat :

Waktu    : Menyesuaikan Jadwal kelas
Tempat  : SDI Al-Islam Tambakbayan.

Info Ekskul :

       Info seragam bisa langsung datang ke sekolah.



PROFIL SDI AL-ISLAM

Visi, Misi Dan Tujuan


Visi & Motto

“Mengukir Prestasi, Mengokohkan Karakter, Membentuk Insan Bertakwa”


Misi

SD Islam Al-Islam menyelenggarakan sistem pendidikan *half day * dengan
biaya yang bisa dijangkau seluruh lapisan masyarakat.



SDIT Al-Islam berusaha meletakkan dasar-dasar pendidikan secara proporsional,
utuh menyeluruh dan seimbang antara aspek:

  1. Akal, Ruhaniyah, dan Jasadiyah.
  2. Dzikir, Fikir, dan Ikhtiar.
  3. Kognitif, Afektif, dan Psikomotorik.
  4. Individu, Keluarga, dan Masyarakat.
  5. Iman-Taqwa, Seni-Budaya, dan Ilmu Pengetahuan-Teknologi.
  6. Kauniyah (Alam Semesta) dan Qauliyah (Al-Qur'an dan Al-Hadits)
  7. Dunia dan Akhirat.

SYARAT PENDAFTARAN CALON PESERTA DIDIK BARU

Written By SDI Al Islam on Sabtu, 10 Januari 2015 | 13.15


PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB)
TAHUN PELAJARAN 2015/2016

KETENTUAN PENDAFTARAN
1.    Calon wali murid mengambil formulir PPDB (gratis) dimulai
    Januari – Juni 2015
2.    Mengembalikan formulir PPDB dilengkapi dengan :
      a.   Akte Kelahiran / Surat Keterangan Lahir
      b.    Kartu Keluarga
    Semua dokumen yang disertakan harus ASLI
3.    Menyerahkan pas foto ukuran 3 x 4 sebanyak dua lembar (berwarna)
4.    Saat mengembalikan formulir PPDB, calon siswa baru diharapkan ikut 
    untuk melakukan penjajakan dan persiapan masuk SDI “Al-Islam”,
    dengan biaya Rp. 35.000,00
5.    Semua data yang sudah masuk tidak dapat dicabut kembali
6.    Apabila calon siswa baru mengundurkan diri setelah dinyatakan diterima
    maka dikenakan 50% dari total

*) Info Biaya Sekolah bisa langsung datang ke SDI Al-Islam Tambakbayan.

Cara Menentukan Waktu Shalat Ketika Di Pesawat

Written By Syarifain Ghafur on Rabu, 07 Januari 2015 | 11.42

Cara Menentukan Waktu Shalat Ketika Di Pesawat

 
shalat di pesawat

Menentukan Waktu Shalat Ketika Di Pesawat

Assalamu’alaikum, Pak. Ngapunten… Ada teman yang akan berangkat ke amerika. Di jadwal perjalanan tertulis penerbangan :  berangkat 4 Jan 09.20 dari Sing sampai Los Angeles di hari yg sama 4 Jan 11.55 waktu sana (waktu LA 15 jam lebih lambat). Dan sudah ditanyakan kepada yang pernah ke sana bahwa perjalanan ke amerika, entah berangkat atau pulang pasti akan mendapati perjalanan siang/malam terus, pdhal perjalanan 18 jam. Dia bertanya, bagaimana shalatnya : sesuai keadaan matahari (siang terus -zhuhur dan ‘ashr saja) atau tetap 5 waktu dg memperkirakan waktunya?
Faridh

Jawaban:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Wa alaikumus salam wa rahmatullah

Pertama, syariat islam memberikan batasan beberapa waktu ibadah, seperti shalat maupun puasa dengan tanda alam yang bisa terindera, yaitu posisi peredaran matahari. Sehingga seorang muslim bisa mengetahui batasan waktu itu dengan dua cara,

1. Melihat langsung tanda alam itu. Allah ajarkan batasan puasa dalam al-Quran,

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ

“Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.” (QS. al-Baqarah: 187)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengajarkan bagaimana menentukan waktu berbuka

إِذَا أَقْبَلَ اللَّيْلُ مِنْ هَا هُنَا وَأَدْبَرَ النَّهَارُ مِنْ هَا هُنَا وَغَرَبَتِ الشَّمْسُ فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ

“Jika malam telah datang dari arah sini dan waktu siang telah berlalu dari sini, serta matahari telah tenggelam, maka itulah saatnya orang yang shaum boleh berbuka.” (Muttafaq ‘alaih).

2. Cara kedua adalah melalui informasi orang yang terpercaya. Sebagaimana yang terjadi pada Ibnu Ummi Maktum Radhiyallahu ‘anhu, sahabat buta yang menjadi petugas adzan untuk waktu subuh. Karena beliau buta, sehingga beliau baru tahu terbitnya fajar, setelah diberi tahu orang lain. (HR. Bukhari 592)

Praktek masyarakat dengan melihat jadwal shalat kalender, termasuk bentuk penerapan cara kedua. Meyakini datangnya waktu ibadah berdasarkan informasi dari orang yang terpecaya. Termasuk juga terkadang awak pesawat menginformasikan waktu shalat kepada para penumpang.

Kedua, mengingat acuan waktu ibadah shalat kembali kepada posisi matahari, ada perbedaan yang sangat signifikan antara waktu  shalat di darat dengan waktu shalat di atas pesawat. Terutama untuk waktu asar, maghrib, dan subuh. Terkadang di darat, matahari sudah tenggelam. Namun di udara matahari masih bisa terlihat dengan jelas.

Di sinilah yang menjadi titik masalah, apa acuan waktu yang harus digunakan?

Waktu di darat yang lurus dengan posisi pesawatnya berada? Ataukah posisi matahari sebagaimana yang terlihat di pesawat?

Jika kita perhatikan beberapa literatur fiqh masa silam, sebenarnya para ulama telah memberikan keterangan tentang kasus semacam ini. Meskipun di zaman itu belum ada pesawat. Keterangan yang mereka samaikan, terkait kasus orang yang tinggal atas gunung atau orang yang berada di atas menara. Ini artinya, masalah perbedaan waktu ibadah karena perbedaan posisi ketinggian, bukan masalah kontemporer.

Imam al-Kasani (w. 587 H) pernah menukil keterangan dari Imam Abu Abdillah bin Abi Musa ad-Dharir. Bahwa beliau pernah ditanya tentang kasus penduduk Iskandariyah. Kota ini merupakan pelabuhan tua di Mesir dan di sana terdapat mercusuar yang dibangun sekitar tahun 280 SM. Tinggi mercusuar ini sekitar 120 m.

Imam Abu Abdillah ad-Dharir ditanya,

Masyarakat di dataran Iskandariyah melihat matahari telah tenggelam. Sementara mereka yang berada di atas mercusuar baru melihat matahari tenggelam beberapa menit setelah itu.

Jawaban Imam Abu Abdillah,

يحل لأهل البلد الفطر ولا يحل لمن على رأس المنارة إذا كان يرى غروب الشمس؛ لأن مغرب الشمس يختلف كما يختلف مطلعها، فيعتبر في أهل كل موضع مغربه

Dibolehkan bagi penduduk daerah (yang tinggal di darat) untuk berbuka. Namun tidak boleh bagi mereka yang berada di uncak menara, sampai dia telah melihat terbenamnya matahari. Karena waktu terbenamnya matahari berbeda-beda sebagaimana waktu terbitnya matahari juga berbeda. Sehingga masing-masing orang mengikuti waktu terbenamnya sesuai posisinya. (Badai’ as-Shanai’, 2/83)

Dengan mengacu pada keterangan beliau, maka acuan waktu shalat bagi penumpang pesawat adalah posisi matahari sebagaimana yang terlihat di pesawat.

Ketiga, islam memberikan kelonggaran bagi musafir untuk menjamak shalat wajibnya. Sehingga memudahkan mereka dalam menentukan waktu shalat. Karena yang harus mereka perhatikan tinggal 3 waktu:
  1. Waktu shalat subuh: sejak terbit fajar hingga terbenam matahari
  2. Waktu dzuhur dan asar: antara tergelincirnya matahari, hingga terbenam matahari.
  3. Waktu Maghrib dan isya: antara terbenamnya matahari, hingga pertengahan malam.
Musafir dibolehkan melakukan jamak taqdim maupun ta’khir, sesuai dengan keadaannya.

Muadz bin Jabal Radhiyallahu ‘anhu menceritakan,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ فِى غَزْوَةِ تَبُوكَ إِذَا زَاغَتِ الشَّمْسُ قَبْلَ أَنْ يَرْتَحِلَ جَمَعَ بَيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَإِنْ يَرْتَحِلْ قَبْلَ أَنْ تَزِيغَ الشَّمْسُ أَخَّرَ الظُّهْرَ حَتَّى يَنْزِلَ لِلْعَصْرِ وَفِى الْمَغْرِبِ مِثْلَ ذَلِكَ إِنْ غَابَتِ الشَّمْسُ قَبْلَ أَنْ يَرْتَحِلَ جَمَعَ بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ وَإِنْ يَرْتَحِلْ قَبْلَ أَنْ تَغِيبَ الشَّمْسُ أَخَّرَ الْمَغْرِبَ حَتَّى يَنْزِلَ لِلْعِشَاءِ ثُمَّ جَمَعَ بَيْنَهُمَا

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika di Tabuk, apabila beliau melakukan perjalanan setelah matahari tergelincir (telah masuk waktu zuhur), maka beliau menjamak shalat zuhur dan ashar (jamak taqdim). Dan apabila beliau melakukan perjalanan sebelum matahari tergelincir, beliau mengakhirkan shalat zuhur hingga beliau jamak di waktu ashar. Untuk maghrib juga demikian. Jika matahari tenggelam sebelum beliu berangkat, beliau menjamak antara maghrib dengan isya (jamak taqdim). Dan jika berangkat sebelum matahari tenggelam, beliau akhirkan shalat maghrib, hingga beliau singgah untuk melakukan shalat isya, kemudian beliau menjamaknya dengan maghrib.

(HR. Muslim 6086, Abu Daud 1210, Tirmidzi 556 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)

Keempat, dilema antara waktu dan tata cara
ada banyak kekurangan ketika orang melakukan shalat di atas kendaraan. Diantaranya, dia tidak bisa shalat sambil berdiri, tidak bisa rukuk dan sujud dengan semurna, terkadang tidak menghadap kiblat, dan bahkan terkadang tidak bisa wudhu, dan hanya tayammum. Sehingga shalat di kendaraan, menyebabkan tata cara shalatnya sangat jauh dari kondisi sempurna.

Berbeda dengan shalat di darat. Dia bisa laksanakan dengan lebih sempurna. Hanya saja waktunya di akhirkan.

Di sinilah musafir dihadapkan pada dua pilihan, pertama, melakukan shalat di awal waktu, namun di atas kendaraan dengan penuh kekurangan. Kedua, menunda waktu shalat namun dia bisa kerjakan secara lebih sempurna.

Anda bisa perhatikan kaidah fiqh berikut untuk menentukan pilihan yang terbaik,

الفضيلة في ذات العبادة مقدمة على الفضيلة في مكان أو وقت العبادة

Menyempurnakan tata cara ibadah lebih didahulukan dari pada mengambil tempat atau waktu yang utama dalam ibadah. (Fawaid ar-Rajihi, 5/4)

Berdasarkan kaidah ini, kita ditekankan untuk memilih opsi kedua, menunda waktu shalat namun dia bisa kerjakan secara lebih sempurna, dengan catatan tidak sampai keluar waktu shalat.

Seperti inilah yang difatwakan Imam Ibnu Utsaimin. Bahkan beliau melarang shalat wajib di pesawat selama masih memungkinkan dikerjakan di darat, karena waktunya belum berakhir, atau bisa dijamak dengan shalat setelahnya.

Dalam Majmu’ Fatawanya, beliau menyatakan,

“Jika masih memungkinkan mendarat sebelum berakhir waktu shalat yang sekarang, atau sebelum berakhir waktu shalat selanjutnya yang memungkinkan untuk dijamak, maka tidak boleh shalat di pesawat karena shalat di pesawat itu tidak bisa menunaikan semua hal wajib dalam shalat. Jika memang demikian keadaannya maka hendaknya menunda shalat hingga mendarat lalu shalat di darat dengan cara yang benar” (Majmu’ Fatawa War Rasa-il, fatwa no.1079).

Sebagai contoh,
Anda yang melakukan perjalanan ke tanah suci, berangkat dari jakarta jam 10.00 WIB, anda akan tiba di Jedah sekitar jam 15.00 waktu Saudi. Dan itu baru masuk waktu shalat asar. Dengan menerapkan keterangan di atas, anda tidak selayaknya melakukan shalat dzuhur dan asar di pesawat. Namun anda bisa tunda hingga mendarat, sehingga bisa melakukan shalat dzuhur dan asar dijamak ta’khir di Jedah.
Allahu a’lam.
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SDI Al-Islam Yogyakarta - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger